Tukar Isteri Perdana

1 komentar
TUKAR ISTERI PERDANA


“Lho, Memang Papa juga tidak sakit menyaksikan Mama main dengan orang lain?” balasku tak mau kalah.
“Ma, Justru disitulah seninya, ada perasaan sakit hati, cemburu, nafsu, dll”
Istriku terdiam, mungkin mencoba mencerna kata-kataku. Lama kami terdiam dengan pikiran kami masing-masing, akhirnya..
“Baiklah Pa, Mama setuju, tapi harus dengan pasangan yang bersih! Bukan cowok/cewek panggilan!”
Lega rasanya mendengar kalimat yang aku tunggu-tunggu dari mulut istriku.

Aku langsung mencari-cari pasangan yang mau just fun dengan kami, email-email dari pengirim cerita cerita seks yang menceritakan tukar pasangan aku kirimin ajakan dan setelah sekian lama akhirnya aku mendapatkan reply yang cukup banyak. Memang rata-rata peminat tukar pasangan agak susah cocok, ada aja yang jadi kendala, ntar cowoknya ga cocok dengan ceweknya atau sebaliknya.

Meskipun istriku tergolong cantik dan masih muda (19 tahun) namun bodynya agak kurus dengan dada 32A alias kecil mungil, belum pernah melahirkan, sedangkan aku sendiri Chinese, berwajah biasa-biasa aja, dengan umur 29thn, 173 cm, 73 kg (Kalau ada pembaca yang berminat silakan kirim email)

Pengalaman pertama Dengan suami istri manado, Sungguh pasangan yang serasi, yang laki tinggi, ganteng dan atletis sedangkan istrinya putih bersih, semampai, dengan body yang aduhai, meskipun agak minder akhirnya kami lakoni juga,
Bertempat di sebuah hotel di bilangan Jakarta Timur dengan Paviliun, kami memesan 2 kamar bersebelahan, setelah keadaan aman kami berempat dalam satu kamar. Awal mula rasanya sangat canggung, Namun toh akhirnya kami mulai dengan cumbuan-cumbuan bersama pasangan kami masing-masing, Aku berciuman mesra dengan istriku sementara Johan dan Erni (sebut saja namanya begitu) asyik berciuman juga, Kami saling pandang melihat langsung pasangan lain bermesraan, gairah didadaku semakin terbakar menyaksikannya..

Perlahan namun pasti pakaian kami sudah bertebaran dilantai, Sambil terus bercumbu aku menyaksikan body Erni yang telah bugil, sungguh indah.. aku tak tahan sendiri aku langsung melangkah kearah Erni dan Johan pun mengerti dia langsung mencumbu istriku..

Sementara aku sedang menciumi seluruh tubuh Erni yang mulus, aku melihat johanpun sedang asyik menikmati tubuh istriku, Perasaan gairah, nafsu, cemburu berbaur menjadi satu.. Aku tumpahkan semua hasratku ke tubuh Erni, Jengkal demi jengkal tubuh Erni tidak ada yang luput dari jilatan lidahku dan elusan jari-jariku, buah dadanya yang besar dengan gemas aku remas, putingnya yang kemerahan aku kulum, jilat dan kadang aku gigit pelan, Erni semakin terbakar, jari-jarinya yang lentik menggenggam senjataku, sementara istriku aku lihat sedang asyik mengoral senjata Johan yang telah keras.. Ernipun tak mau kalah, dengan mahirnya dia menjilati dadaku, perut dan terus turun menjilati senjataku, diselingi dengan kocokan tangannya yang lembut..

Kian lama suasana kian panas, aku balik menyerang Erni, lidahku bermain lama di vagina Erni, klitorisnya yang agak besar aku jilat sampai mengembang, lidahku mencoba menerobos kedalam liang vaginanya, sementara jari jariku terus memilin puting buah dadanya, Erni semakin tak tahan dengan seranganku sementara aku lihatpun istiku masih asyik mencumbu penis Johan, mulut istriku yang mungil sampai monyong mengulum senjata Johan yang berukuran lumayan,
Aku semakin terbawa arus, Erni berteriak-teriak tak tahan minta aku segera memasukkan senjataku, namun aku belum puas menikmati keindahan tubuhnya, meskipun lidahku sampai kaku menusuk vagina Erni namun aku terus melumat seluruh tubuhnya.

Aku lihat istriku sudah menerima tusukan senjata Johan dengan gaya doggy, erangan dan rintihan mereka terdengan jelas ditelingaku.. Akupun segera membopong tubuh Erni dan menidurkannya di kasur.. Dengan gaya konvensional Aku masukkan senjataku ke dalam vagina Erni yang sudah basah.. Lain.. sungguh lain dengan vagina istriku, vagina Erni meskipun sudah punya anak 2 masih terasa mencengkram.. Aku terus menaikturunkan pantatku meraih puncak kepuasan, namun sampai keringatku bercucuran dan berbagai macam gaya sudah aku lakukan, aku belum keluar, ada perasaan ingin menang dihatiku yang membuat aku sekuat mungkin menahan orgasmeku..

Dan akhirnya memang aku menang, aku lihat Johan sudah menyemburkan spermanya ke perut istriku.. Aku semakin bergairah melihatnya, Dengan gaya doggy aku terus menggempur Erni yang sudah orgasme 2x, istriku yang melihat aku belum keluar menghampiri aku, tanpa disuruh istriku menjilati ujung dadaku dan kadang disedotnya kencang, Gairahku semakin tak terbendung.. Akhirnya akupun melepaskan orgasmeku di bokong erni..

Setelah istirahat beberapa menit, kami melanjutkan kembali pertempuran. Kali ini permainan menjadi 3 lawan satu dan masing-masing orang mendapatkan jatah, Pertama adalah Erni, Tubuh Erni terlentang pasrah menerima cumbuan kami bertiga, aku mencium bibir Erni yang sensual sementara istriku mencumbui buah dada Erni dan Johan asyik menjilati vaginanya.. dan efeknya sungguh luar biasa tanpa penetrasi Erni sudah mengalami orgasmenya, giliran kedua adalah istriku, hampir seluruh bagian tubuh istriku tak luput dari belaian dan jilatan, dengan kompak Erni, Johan dan aku menyerang istriku, kali ini istriku bertahan agak lama, akhirnya karena senjataku sudah menegang kembali aku masukkan senjaku ke dalam vagina istriku, sementara Erni dan Johan mencumbui buah dada istriku kiri dan kanan, dan tak lebih dari 5 menit istrikupun mengalami orgasme dengan teriakan yang cukup erotis.

Kini aku dan Johan saling berpandangan, aku mempersilahkannya duluan. Karena aku tidak bakat gay, aku biarkan Johan dicumbu oleh istriku dan istrinya, dengan rakusnya Erni menjilati dada Johan sementara istriku aku mengkaroke senjata Johan, kadang bergantian istriku yang menjilati tubuh Johan sementara Erni mengoral senjata suaminya.. Dan mungkin fisik Johan yang sedang lemah atau memang kenikmatan yang diterimanya terlalu tinggi, Johan menyemprotkan cairan kenikmatannya saat Erni sedang mengoralnya..

Kini giliranku.. sambil berciuman dengan Erni, istriku mencumbui dadaku, lidah istriku yang mahir bermain dari leher sampai senjataku, sementara akupun tidak tinggal diam meremas apa saja yang ada didekatku, kadang buahdada Erni, kadang buah dada istriku, kadang pinggul dan pantat Erni kadang pantat istriku, kini ujung dadaku dicumbu keduanya Erni menjilati dada kiriku dan istriku menjilati dada kananku, sungguh kenikmatan yang tiada tara, senjataku semakin membengkak keras, tak sabar akupun meminta Erni diatas, dan dengan lincahnya Erni menuntun senjataku, pinggulnya yang besar bergoyang seirama keluar masuknya senjataku dalam vaginanya,
meskipun kenikmatan yang aku peroleh dobel namun memang untuk orgasme yang kedua aku agak lama, Aku lihat Johan asyik menonton kami, sementara Erni akhirnya malah orgasme diatas perutku, posisinya diigantikan istriku, istriku yang termasuk lihai bergoyang, mengeluarkan seluruh kemampuannya sementara Erni mencumbu dadaku dan mengelus biji kemaluanku, Aku semakin tak kuat menahan kenikmatan yang datang, akhirnya aku semprotkan spermaku kedalam vagina istriku berbarengan dengan orgasme istriku. Kemudian kami tertidur dalam kelelahan dan kepuasan.

*****

Pengalaman kedua adalah seorang wanita setengah baya yang hanya ingin menonton kami main, katanya gairahnya hanya bisa terbakar jika menyaksikan suami-istri bersetubuh langsung didepan matanya, Karena dia yang mau membayar semuanya, ajakkannya aku terima, tentunya setelah bicara dengan istriku. Dan sungguh aku dibuat kaget saat bertemu dengannya, wajah dan bodinya bisa aku nilai 9. Tak banyak basa-basi kamipun langsung menuju hotel.

Aku sebenarnya bergairah banget melihatnya, sayang dia hanya mau menonton, aku dan istriku kini asyik bercumbu, kami saling meremas dan memberikan rangsangan, Perlahan pakaian kami berserakan, aku dan istriku sudah telanjang bulat sementara tante Henny semakin serius memperhatikan kami, aku lihat wajahnya yang putih sedikit memerah, mungkin sudah bergairah menyaksikan percumbuan kami yang semakin panas, istriku sedang mengoral senjataku, Aku hanya bisa terpejam menikmati permainan mulut istriku di senjataku, namun sungguh tidak aku duga, bibirku terasa ada yang melumat, aku membuka mata sedikit, ternyata tante Henny sedang melumat bibirku dan dalam keadaan telanjang bulat.. Aku yang dari tadi memang bergairah melihatnya semakin bergairah, aku balas melumat bibirnya, lidah kami saling mendorong, sementara jari-jariku meremas buah dadanya bergantian, istriku masih asik mengeluarkan senjataku dalam mulutnya..

tante Henny menyodorkan buah dadanya ke mukaku, langsung saja aku cium kedua buah dadanya bergantian, tak puas sampai disitu, mulutku langsung melumat putingnya, tante Henny semakin meracau tak karuan, dan tak tahan sendiri, dia menarik istriku yang sedang ayik mengoral senjataku yang kaku, dan tante Henny menggantikan istriku mengoral senjataku, istriku pun langsung berpindah mencumbu dadaku, kini aku yang berbalik tak tahan, aku tarik tubuh tante Henny yang sedang berjongkok, lalu aku bisikan supaya dia nungging, dan dengan sati sentakan saja, senjataku sudah terbenam seluruhnya ke dalam vagina tante Henny, Oh.. sungguh hangat sekali vagina tante Henny, aku menggerakkan pinggulku mengeluarmasukkan senjataku, dan istriku yang pintar mengambil inisiatif memilin buah dada tante Henny sementara tangan yang satunya menggosok lembut klitoris tante Henny, dan Tak perlu waktu lama, seluruh tubuh tante Henny mengejang dan melepaskan orgasmenya yang pertama, jelekknya tanpa ba bi Bu lagi tante Henny langsung menuju pembaringan dan tidur!!

Kini tinggal aku dan istriku yang sedang nanggung melongo!! untunglah kami cepat sadar dan meneruskan permainan menuju puncak kenikmatan, mungkin karena pemanasan sudah cukup, tak lama dengan gaya standar dia diatas aku dibawah kami berbarengan mencapai orgasme. Ketika kami bangun, tante Henny sudah tidak ada di tempat dan hanya meninggalkan amplop berisi uang, Aku jadi tambah bingung??

*****

Sejak saat itu, kami mencoba mencari pasangan2 lain yang sepaham dengan pikiran kami, lebih baik selingkuh di depan mata kan, dari pada di belakang suami/istri pada main nyeleweng semua??

Tamat

Istri Muda Pak RT

1 komentar
Sebelum aku mulai bercerita tentang pengalamanku pertama kali berhubungan seks
dengan seorang wanita, ada baiknya aku ceritakan latar belakangku terlebih
dahulu.

Aku adalah anak tunggal di keluargaku. Namaku Doni. Umurku waktu itu 17 tahun.
Aku siswa sebuah SMU Swasta dikotaku. Bapakku adalah seorang pengusaha menengah
yang cukup sibuk, dia sering pergi keluar kota umtuk waktu yang tidak tentu.
Ibuku juga sering ikut bersamanya. Aku tinggal dilingkungan Perumahan kelas
menengah. Di sebelah rumahku adalah rumah Pak RT, orang yang cukup berpengaruh
disana. Umurnya sekitar 60 tahun. tapi masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai
dua orang istri. Yang pertama namanya Tante Is, wanita keturunan arab, kulitnya
hitam manis, bodinya langsing. Meskipun usianya sudah 40-an, Tante Is masih
kelihatan cantik, dia sangat pintar merawat diri.

Dengan Tante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang
sulung namanya Erni sedangkan adiknya namanya Ana, umur keduanya hampir sebaya
denganku. Istri keduanya namanya Tante Linda, orang Bandung, kulitnya putih
bersih. Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok,
padat berisi. Mungkin karena dia sering fitness, apalagi Tante Linda senang
berpakaian sexy yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat laki-laki yang
memandangnya terangsang dan ngeres. Tante Linda orangnya supel dan pintar
bergaul, sering dia ngobrol-ngobrol dengan anak muda seusiaku, termasuk aku.

Kejadian ini bermula ketika orang tuaku pergi seminggu keluar kota untuk
keperluan bisnisnya. Aku ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku
dipecat ibuku tiga hari sebelumnya karena ketahuan mencuri uang ibuku. aku yang
sendirian merasa kesepian. Aku duduk diruang tamu sambil berkhayal. Untuk
menghilangkan kesepianku, kuputar VCD porno yang baru aku pinjam dari temanku.
Filmnya tentang seorang cewek bule yang sedang disetubuhi dua orang negro. Satu
orang negro sedang dikulum tongkolnya, sedangkan yang satunya lagi sedang ngent*t
cewek bule itu dari belakang dengan posisi nungging. Sekitar 20 menit mereka
berganti posisi, satu orang negro sedang rebahan diranjang sambil memasukkan
tongkolnya kelubang anus cewek bule itu, yang telentang diatasnya. Sedangkan
negro yang satunya lagi sedang menggenjot vagina cewek itu. Desahan dan erangan
mereka membuatku terangsang. Kuraba-raba celana pendekku (aku sudah tidak pakai
celana dalam), tongkolku mengeras. Semakin lama kuraba semakin keras.
Kukocok-kocok naik turun. Birahiku memuncak ingin disalurkan, tapi aku tidak
tahu harus kemana menyalurkannya.

"Lagi ngapain Don?" suara seorang wanita mengejutkanku.
Ternyata Tante Linda sudah berdiri disamping pintu. Dia berpakaian sangat sexy,
dengan kaos ketat dan rok super mini. Dia memandang karah celanaku. Saking
terkejutnya aku lupa menaikkan celanaku, sehingga dia dengan bebas bisa melihat
tongkolku yang sedang tegang penuh, mengacung-acung.
"Maaf.. maaf.. Tante" sahutku terbata-bata.
"Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan udah gede".
"Wah, tongkolmu gede banget, udah pernah dimasukkin kevaginanya cewek belum?"
tanyanya cuek.
"Be.. belum pernah Tante" sahutku.
"Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pingin nih ngerasain tongkolmu"
katanya meminta.
Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku.
Duduk disampingku.
"Tapi saya belum pernah Tante" jawabku.
"Tante ajarin, mau khan?" katanya sedikit memaksa.

Tanpa menunggu jawabanku, dia menaikkan kedua kakinya kepangkuanku. Tangannya
meraba-raba tongkolku, aku gemetar. Baru kali ini tongkolku dipegang seorang
wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku, diciumnya bibirku. Lidahku
diisapnya. Aku membalas isapannya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling
isap. sesekali isapannya diarahkan keleherku. ditariknya tanganku, diletakannya
dikedua buah dadanya yang sudah mengeras. Kuremas-remas buah dadanya, dia
menggelinjang keenakan. Kutarik kaos ketatnya, aku terperangah, dia tidak
memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan isapan lidahnya, kuisap
buah dadanya, dia melenguh, sambil tangannya terus mengocok-ngocok tongkolku.

Beberapa menit berlalu, dia berdiri, lalu melepaskan rok mininya. Maka
terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Aku bisa melihat dengan jelas
vaginanya yang merah merekah, sangat indah. dicukur rapi dan bersih. Kemudian
dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya didekatkan keselangkanganku.
Ditariknya celana pendekku. Bibirnya mendekati kepala tongkolku, dan mulai
menjilati kepala tongkolku, terus kepangkalnya.
"Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, enakk.. sekali" aku mengerang ketika dia
mulai mengulum tongkolku.

Hampir seluruh batang tongkolku masuk kemulutnya yang sexy. tongkolku keluar masuk
dimulutnya. Nikmat sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas
mengulum tongkolku, kemudian Tante Linda berdiri dihadapanku. Vaginanya berada
pas diwajahku. Dia menarik kepalaku, mendekatkannya pada vaginanya. Aku mengerti
maksudnya, minta dijilati vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai dengan
menjilati pangkal pahanya, terus mendekati bibir vaginanya.
"Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus" dia mendesah-desah ketika aku
memasukkan lidahku ke lubang vaginanya.
Kusedot-sedot, kugigit-gigit kelentitnya. Dijepitnya kepalaku. Hampir seluruh
isi vaginanya kujilati, vaginanya basah.
"Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kita mulai aja" ajaknya.

Dia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku. Dipegangnya tongkolku,
diarahkannya tepat kelubang vaginanya. Dia mulai memasukkan tongkolku sedikit
demi sedikit. Semakin lama semakin dalam. Sudah setengah batang tongkolku masuk.
Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi. Kakinya berlutut disofa. Aku
tak mau ketinggal, kuambil kesempatan. Kusodokkan tongkolku. Dia menjerit ketika
tongkolku amblas dilubang vaginanya. Dia mulai menaikturunkan pantatnya
dipangkuanku. tongkolku serasa dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang
sempit.

"Gimana sayang enak khan?" tanyanya.
"Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali" jawabku.
"Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang".
"Pak RT tak pernah memberiku kepuasan" dia menggerutu.
"Emangnya Pak RT impoten Tante?" tanyaku.
"Iya, iya sayang" jawabnya singkat.

Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah dadanya. Kubantu
gerakkannya dengan menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia mengerang-erang
merasakan nikmat. Matanya merem melek. Semakin lama semakin cepat dia
menggerak-gerakkan pantatnya, sesekali pantatnya diputar-putar. Aku merasakan
nikmat yang tiada tara. tongkolku serasa dipelintir vaginanya. Sudah sekitar 30
menit kami berpacu dalam kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh
kami bercucuran.
"Akh.. oohh.. aku tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr" dia menjerit-jerit.
Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.
"Akuu.. juga Tante" sahutku ngos-ngosan.
"Keluarin didalem aja sayang, aku ingin punya anak darimu" pintanya memelas.
Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak di lubang
vaginanya.
"Kamu puas khan sayang?" tanyanya.
"Puas sekali Tante" sahutku pendek.
Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk membersihkan badan.
Siraman air membuat badanku segar kembali.

"Aku pingin lagi sayang, kamu mau khan?" tanyanya meminta.
Aku tidak menjawabnya. Kubopong tubuhnya, kubawa kekamarku dan kurebahkan
diranjangku. aku merangkak diatas tubuhnya dengan posisi ssungsang.
Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan wajahku tepat diatas vaginanya.
Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia menggerinjal-gerinjal dan menjepit
kepalaku. Seluruh dinding vaginanya kujilati. Kucari-cari t*t*tnya.
Kusedot-sedot dengan lidahku. Sesekali kugigit. Dia meringis.

Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali kujilati lubang
anusnya. Tante Linda tak mau ketinggalan. Dia menjilati tongkolku, dari kepala
sampai pangkal tongkolku tak luput dari jilatannya. Sstt! Aku mendesah ketika dia
mengulum tongkolku. Dia sangat lihai memainkan lidahnya. tongkolku yang tadi
mengecil, sedikit demi sedikit mengeras didalam mulutnya. luar biasa kenikmatan
yang kudapatkan. Tante Linda memang benar-benar profesional. Seluruh batang
tongkolku dijilatinya.
"Oohh.. aku tidak tahan sayang, kita mulai aja" pintanya.

Kuturunkan tubuhku dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir ranjang. Kutarik
tubuhnya kepinggir, hingga kedua kakinya menjuntai. Aku mendekatkan tongkolku
kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit tongkolku masuk kelubang vaginanya.
Sstt! Dia mendesis. Sudah seluruh batang tongkolku amblas ditelan lubang
vaginanya yang basah dan memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku. Tante Linda
membantuku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. aku merasakan sensasi yang luar
biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik tongkolku. Kakinya kunaikkan
keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.
"Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang" dia mengerang.
Vaginanya berkedut-kedut. Vaginanya menjepit tongkolku.
"Akhh.. aku keluarr.. sayang" dia melenguh.
kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Linda telah mencapai orgasme
sedangkan aku belum apa-apa. Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia menungging. dia
menuruti aja perintahku. Kudekatkan tongkolku yang masih tegang ke lubang
anusnya.
"Kamu mau apain anusku sayang" tanyanya ketika kepala tongkolku menyentuh lubang
anusnya.
"Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit" teriaknya.

Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala tongkolku kelubang anusnya. Mulanya
agak susah tapi akhirnya masuk juga. Kutekan pelan-pelan hingga seluruh batang
tongkolku amblas. Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang
anusnya.
"Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar" pujinya ketika dia sudah mulai merasakan
nikmatnya disodomi.
Sekitar 30 menit tongkolku keluar masuk dilubang anusnya. Kurasakan tongkolku
berkedut-kedut.
"Akkhh.. aku mau keluarr.. Tante" aku berteriak histeris.
Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya. Kudiamkan beberapa
saat. Lalu kutarik tongkolku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta dia menjilati
spermaku. Dengan lahapnya Tante Linda menjilati sisa-sisa spermaku, sampai
bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.
"Kamu hebat sayang, aku puas sekali" pujinya.
"Kamu mau khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?" pintanya.
Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.
"Kalo kamu pengin lagi, datang aja ke kamarku".
"Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti Pak RT nggak di
rumah".
"Ketok kaca jendela tiga kali, akan kubukakan untukmu, OK" dia menerangkannya
untukku.

Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur setelah mencapai puncak
kenikmatan yang luar biasa. Malam itu Tante Linda menginap dikamarku. Sampai
pagi kami merengkuh kenikmatan.
tamat

Sepupuku, Sepupuku

1 komentar
Aku seorang gadis berusia 16 tahun dan aku belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Namaku Rose.
Posturku termasuk tinggi, kulit kuning langsat, ukuran payudara yang bisa dikatakan besar dan bokong yang menarik menurut teman-teman sepermainanku.

Kejadian ini bermula saat saudara sepupuku, George berkunjung dan menginap dirumahku selama 1 minggu dan aku pernah mempersilahkan ia tidur dikamarku. Di lantai!
Saat itu aku tdk ada perasaan apa2, karena hubungan keluarga kami memang terbilang akrab dan erat.

Pada suatu malam, kedua orang tuaku, abang tertuaku dan saudara sepupuku tersebut pergi ke klub untuk jamuan santai.
Aku sendiri saat itu tidak ikut, karena aku sedang lagi banyak tugas dari sekolah yang harus aku selesaikan.

Entah mengapa saudara sepupuku tersebut pulang lebih dahulu dari mereka. Sepertinya ia kelihatan lelah dan agak sedikit pusing atau mabuk. Saat itu aku sudah tertidur.
Tidak seperti biasanya ia membangunkanku dan meminta untuk tidur dikasur disampingku. Akupun dengan sedikit menahan kantuk memberinya ruang untuk di segera berbaring. Aku sedikit bergeser menepi.

Entah pukul berapa pada malam itu, tangan saudara sepupuku merangkulku dan menyentuh payudaraku.
Akupun sontak terbangun dan kulihat ia masih terlelap tidur. Saat itu aku ingin berkata kepadanya kalau tangannya telah merangkulku, tapi saat kulihat ia masih tertidur, akupun hanya tersenyum.
Segera saja kuatur tangannya dalam posisi normal dan aku kembali melanjutkan tidurku.
Terus terang saat itu aku sempat sedikit berhayal betapa ada perasaan aneh saat tangan tersebut menyentuh payudaraku.
Aku saat itu mengunakan gaun tidur yang halus tanpa bra, sehingga ‘rasa aneh’ itu sedikit membekas diotakku.

Saat aku mulai tertidur kembali, kembali kurasakan tangan itu memelukku kembali. Tetapi tidak menyentuh payudaraku. Hanya memeluk badanku saja.
Aku yakin saat itu ia masih tertidur.
Akupun membuka mataku tanpa terbangun dari peranjakan tidurku.
Sampai disini…aku pun mulai sedikit berfantasi dan sedikit ‘nakal’.
Karena aku yakin ia masih tidur maka seperti ingin membongkar ‘rasa penasaranku’, tangan tersebut ku bimbing mengarah payudaraku. Aku hanya berfikir…”Nakal sekali aku ini…”, tetapi masa bodo’ lah…aku hanya ingin sedikit berfantasi.
Lagian ia kan masih tidur dan mungkin mabuk berat, sehingga ia tidak tahu apa yang telah aku lakukan.

Kuberanikan untuk memegang tangan tersebut dan mengaturnya agar mencengkram payudaraku….
Aku rasakan nikmat sekali…walaupun terhalang gaun tipisku.
Tangan itu kurasakan begitu kasar dan gagah sehingga menambah ‘aroma fantasiku’.

Karena aku ingin merasakan yang lebih lagi, maka gaunku pun sedikit kubuka bagian atasnya sehingga payudaraku keluar.
Segera ku pegang tangan itu untuk meremas payudaraku, atau lebih tepatnya ’sedikit menekan’.
Aduhh…terasa darahku mulai mendidih.
Sayang sekali tangan tersebut tidak bisa meremas payudaraku karena sang pemilik sedang tidur. Kalaulah tangan tsb bisa meremas dan memilin putingku…mungkin akan jauh lebih nikmat…pikirku nakal..
Tetapi bagiku itu tidaklah mengapa, karena sensasi yang diberikan bagi seorang gadis yang belum pernah tersentuh pria, tentulah ini lebih dari cukup.
cukup lama aku memegang dan mengerakkan tangan tsb kepayudaraku hingga tak terasa payudara ini terasa mengeras!.
Dan tahukan anda? rasanya nikmatttt sekaliiii…

Disinilah kejadian tak terduga terjadi…

Tangan itu mulai bergerak dan memilin putingku !
Aku terkejut!…ia pasti bangun!

Segera kutarik dan kulepaskan tangan tersebut. Aku pun langsung sontak bangun.
Aku segera melihatnya…dan ia pun menatapku dengan mata yang sedikit redup…Oh my god…!

“Ada apa Rose”….tanyanya santai..

Aku terdiam. Aku malu. Aku takut. Aku panik! Akupun menundukkan mukaku karena malu atas perbuatanku.

Tanpa disadari, ia menarikku, mencium dan melumat bibirku!

Aku hanya diam. Aku belum sadar apa yang telah terjadi.

Setelah lidah itu masuk dalam kerongkonganku, barulah aku sadar dan segera melepas ciuman tersebut.

“Ma’af George, ini tidak benar”, kataku membalas.

Ia hanya tersenyum dan kembali ia menarikku dalam tidurnya.
Akupun terjerembab diatas tubuhnya. Dan ia pun mulai menciumku dengan agresif.
Perlahan mulutku yang terkunci sedikit membuka akibat ‘paksaan’ bibirnya hingga terjadilah aksi saling melumat.
Ohhh..inikah yang dinamakan ‘dead kiss’?

Entah kemana saja lidahnya merasuk dalam rongga mulutku, hingga kurasakan seribu rasa. Geli, hangat, aneh dan nikmat!
Tanganya mulai masuk dalam gaunku dan aku biarkan saja. Kali ia melakukan aksi remas dan pilin, dan inilah rasa yang belum pernah aku rasakan.
Aku terbang….Cengkraman, usapan dan remasan tangan kasarnya menusuk tembus pori2 kulitku hingga kedalam.
Luar biasa nikmatnya…!

Aksikupun mulai berani. Segera kuangkat sedikit keatas baju kaosnya, akupun menciumi dan melumat putingnya.
Ia menekan kepalaku dan berkata agar aku sedikit mengigit putingnya..dan aku lakukan perintahnya..

Ohhh Rose…nikmat sekali rasanya…katanya. Akupun terus saja melumat putingnya kiri dan kanan secara bergantian.

Tak lama kemudian segera ia bangun dan membuka semua pakaiannya. Aku terkejut atas perbuatannya ini. Ini sudah tidak benar!
Iapun hanya tersenyum memandangku tanpa berkata sepatah katapun.
OMG…ia telah membuka semua pakaiannya. Besar sekali!…

Segera ia menimpaku dan menciumiku. Sekarang posisiku ada dibawah.
Kali ini aksinya sudah berani menarik gaunku dan terlepaslah sudah…Aku sekarang hanya mengunakan CD saja.
Oh…aku sedang melakukan seks dengan sepupuku! jerit batinku.

Aku mulai berkata pelan…karena aku takut membangunkan keluargaku.
George tolong jangan lakukan yang lebih ‘dari itu’ oke?..pintaku berharap ia mengerti dengan apa yang kumaksud.
Iapun hanya mengangguk dan mulailah kami saling pagut, fiting dan bergulingan.
Entah berapa kali kurasakan kemaluannya mengosok bagian bawah vaginaku. Terus terang saat itu aku sudah mengeluarkan cairan halus dalam vaginaku akibat rangsangan yang begitu hebat.

Sesekali ia mengesekan kemaluannya kebagian cd ku dan menekannya dari luar. Tentu saja kemaluan tersebut tidak akan bisa masuk dalam vaginaku…tapi hal tersebut membuatku semakin hanyut dan ‘penasaran’ akan sesuatu yang lebih.
Tetapi biarlah cukup sebatas ini dulu pikirku.

Entah berapa banyak cupang disekita payudaraku…semua itu serasa membuat pecah pembuluh darahku!
Hanya satu yang aku pikir saat itu, “Akankah aku menyerahkan keperawananku pada seseorang yang ternyata sepupuku?”

Setelah terasa cukup puas atas pergumulan tersebut, iapun jongkok diatasku sambil mengangkangiku.
Ternyata ia meyodorkan kemaluannya untuk aku kulum.
Oww…besar sekali!…
Ia pun meraih tanganku dan menyuruhku untuk memegangnya.
Karena semua pikiran jernih sudah hilang di kepalaku, segera kuraih kemaluan tersebut dan akupun mengulumnya.
‘Aneh’ rasanya. Hambar…asin…dan seperti mengemut agar2 yang cukup alot…pikirku saat itu.
Tetapi lama kelamaan kemaluan tersebut sepertinya membesar dalam mulutku. Akupun sedikit kesulitan untuk mengulumnya lebih dalam. Karena pada posisi tertentu, membuatku terasa mau tersedak dan mau muntah.

Akhirnya George menyuruhku untuk tidak mengulumnya terlalu dalam jika tidak sanggup.
Akupun merasa enak dengan perilakunya dan kubiarkan tangannya meraba dan mencoba masuk dalam CD ku.

Dengan memainkan jari2nya ia pun mulai menyengol dan mengosok clitorisku sehingga aku tanpa sadar merintih nikmat…

Segala rasa maluku hilang seketika akibat perbuatan tsb. Gosokkan pada klitorisku membuatku semakin mengigit cukup keras kemaluannya. Aku lepas kontrol dan George pun sedikit menjerit atas perbuatanku.
Aku tertawa geli…tapi rasa itu….sangat membuatku lepas kontrol!

Iapun melepas kemaluannya dari mulutku dan kembali keposisi menimpaku secara utuh sambil melumat kembali bibirku.

Kali ini ada perasaan aneh…sepertinya ia akan membuka kesamping CD ku. Dan ia mencoba mengarahkan kemaluannya pada vaginaku. Kutarik tangan itu dengan maksud untuk tidak berbuat demikian. Tetapi tangan itu begitu kekar. Dan mulutku tidak ia lepaskan dari pagutannya.
Aku hanya mengelengkan kepala untuk memberinya kode!
Ia hanya menatapku halus seakan memberi tanda ‘tidak apa-apa sayangku’. Oh sepupuku……

Untuk kedua kalinya ia mengeserkan kesamping CD ku dan mengarahkan kembali penisnya. Kali ini aku hanya memegangnya.
Begitu kepala penis itu mulai sedikit masuk dalam vaginaku segera kutarik tangganya karena rasanya agak sedikit aneh pada diriku.
Aku takut, sedikit sakit dan rasanya aneh!

Iapun berusaha menekan kemaluannya tapi aku berusaha mengelak kesamping semampuku sebagai refleksi atas “sesuatu” yang asing masuk dalam vaginaku.
Entah berapa kali ia mencoba menerobos keperawananku dan berapa kali pula aku berusaha ‘mengelak halus’ atas penetrasi tersebut…hingga rasanya ada sesuatu yang mengalir keluar dalam vaginaku. Perawanku sudah pecah!…
Aku hanya memukul badannya atas perbuatan tersebut. Aku berteriak halus karena masih takut dengan keluargaku…”George…kamu keterlaluan…!’. Akupun menangis pelan.

Iapun menghapus air mataku dan mengatakan cinta kepadaku. Ini tidak mungkin!
Aku hanya pasrah dan berusaha untuk menghentikan perbuatan ini.

Tetapi oh..no…ia kembali menghujamkan penis ke vaginaku…..kali ini penis tersebut masuk ‘dalam sekali’ di vaginaku.
Aku menjerit…berontak…dan mencakar bagian belakang tubuhnya…
Lepaskan George….teriakku….Terasa sakit sekali…

Aku berontak keras atas perbutannya…tapi ia tidak juga mencabut penisnya dalam vaginaku….
Aku memohon untuk ia segera mencabutnya karena aku benar2 sedikit kesakitan…

Ia berusaha menenangkanku dengan membelai rambutku dan mengecup halus kelopak mataku….aku hanya merintih halus..
Oh…rasanya susah sekali untuk menghindar dan melepaskan penis tsb dalam vaginaku.
Ia menyuruhku untuk tenang dan ia akan membuat sesuatunya menjadi normal…
Aku hanya memukul dan mencakar bagian belakang tubuhnya atas nasehat tsb.

Ternyata ia mulai menarik kemaluannya keatas…dan rasanya malah bertambah sedikit sakit…!
Akupun berkata…’cepat kau cabut kemaluanmu’, ‘aku sudah tidak tahan lagi….’ balasku

Ia pun mencabut perlahan kemaluannya dan aku berusaha menahan rasa sakit yang kualami.
Begitu rasanya kemaluan itu akan terlepas…kembali ia menghujankan penisnya lebih dalam lagi…
Aku melotot dan menjerit…Georgeeeeeee…!
Kupukul kuat tubuhnya…karena tubuh kami begitu rapat…agak sulit bagiku untuk memukulnya secara kuat…
Aku menjerit halus panjang….kali ini rasanya malah lebih sakit dibanding yang awal…

Ia tak perduli..malah ia berusaha mengoyang dan mengobok-obok vaginaku kekiri dan kekanan.
Terlalu kamu Georgeee……

Entah mengapa akibat gerakan kekiri dan kekanan tersebut membuat rasa sakit di vaginaku sedikit berkurang…dan mulai kurasakan gesekan kasar dari ‘kulit alot’ menyentuh dinding vaginaku terasa sedikit enak.

Disinilah awal kenikmatan yang tak terkira kurasakan…
Aku mulai menikmati setiap gesekan dan tusukan dari penisnya….
Aku hanya terdiam dan mulai menangkap sinyal nikmat dalam setiap goyangan dan hentakan.
Oh..kemaluan itu begitu menyesakkan dan memenuhi semua ruang vaginaku.

Ia melepas kemaluannya…dan segera berjongkok di kakiku….kali ia berusaha melepaskan CD ku. Aku membiarkan semua itu, karena aku sudah ketagihan untuk aksi berikutnya.

Kemudian ia mengatur posisi kakiku…sehingga kini kakiku menjulan kearah pundaknya…
Iapun mengarahkan kemaluannya pada vaginaku…aku penasaran menanti akan sensasi yang akan terjadi….Sepertinya sensasi berikutnya akan terasa lebih nikmat pikirku.

Dan…oh…kali ini hujaman penis itu begitu terasa ‘dalam’ dan melabrak semua onderdil dalam vaginaku….
begitu kasar….keras…dan nikmat tak terhingga…
Georgepun memulai aksi pompanya secara perlahan hingga akhirnya terasa cepat..
Sepertinya aku merasakan klimaksu yang pertama…dan tak lama kemudian aku mengerang nikmat selama beberapa detik atas klimaksnya orgasme ku.
Aku keluar……ohhhh…aku serasa terbang ke awan selama beberapa detik…

Tak lama kemudian akau merasakan seprotan sperma dari George dalam vaginaku…ia menumpahkan semua spermanya dalam vaginaku.
Terasa sedikit hangat mengalir dan mengisi dinding vaginaku…

Akupun merasa puas..hilang semua penyelesanku…dan kamipun tak lama kemudian melakukan fase ke 2 hingga kami tertidur pulas sampai esok pagi.

Kami rahasiakan hubungan ini terhadap keluarga kami dan terkadang melakukan hal yang sama ditempat lain atau ditempat saudara sepupuku.
Copyright © Cerita S3X